Langsung ke konten utama

Postingan

perempuan dan surabaya (tulisan lama)

Perempuan dan Surabaya Perempuan merupakan salah satu makhluk Allah SWT yang mempunyai ciri, tugas dan peranan serta anomali lain yang menyebabkan perempuan ingin dimengerti (mengutip syairnya ADA band). Sebagai makhluk sosial perempuan bukan hanya berkarya untuk dirinya sendiri tapi seluruh karyanya diperuntukkan untuk masyarakat.   Dan perempuan memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam dan pengaruh yang besar dalam kehidupan setiap muslim. Dia menjadi madrasah pertama dalam membangun masyarakat yang berperadaban, tatkala dia berjalan di atas petunjuk Al-Qur’an dan As-sunnah. Karena dengan berpegang keduanya akan menjauhkan dari kesesatan dalam segala hal. Nah, ketika berbaur dan menyalurkan segala daya kemampuan untuk keluarga dan masyarakat inilah, peran seorang perempuan yang menjadi kajian dan perdebatan dari berbagai sudut pandang masing-masing. Terlebih lagi jika melihat fenomena-fenomena terkait perempuan hari ini, mulai pemerkosaan, penculikan, kekerasan, trafic...

Perempuan IMM : antara Etik dan Epistemik

PEREMPUAN IMM : Antara Etik dan Epistemik Arin Setiyowati* Perempuan Perempuan secara biologis berarti dengan segala lekukan ciptaan Alla SWT sebagai anugrah yang tidak sia-sia suatu hal pun. Dalam siklus perempuan, maka dimulai usia SD-SMP, sesosok perempuan itu masih dalam kendali penuh orang tua, sedangkan memasuki usia SMA mulai ada pembebanan kepercayaan dari orang tua kepada anak yang rata-rata sudah dalam usia baligh, muncul daya kritis dan ingintahu atas semua yang dia lihat dan alami, lebih luas pergaulan dan mulai merangkai mimpi-mimpinya. Nah, ketika memasuki usia perkuliahan, berhadapan dengan dunia baru (sebagian besar keluar kota kelahiran) dan jauh dari orang tua, menambahnya rasa ingintahu dan mencoba-coba merasakan   gemerlap kehidupan kota, belum lagi dengan pergaulan teman baru, mungkin tipologi yang hedonis, sehingga lupa tujuan awal untuk menuntut ilmu karena disibukkan dengan agenda foya-foya (satu contoh). Maka Inti dari siklus tersebut adanya tra...

FENOMENA-Rutinitas Ramadhan dengan Spirit Ramadhan (Paradoks)

FENOMENA Rutinitas Ramadhan dengan spirit ramadhan (paradoks) Surabaya sebagai kota metropolitan kedua sudah bias dipastikan kegaduhan dan keruwetan suasana di dalamnya. Gedung-gedung pencakar langit yang saling berhimpit, kepulan asap yang menyamar menjadi kabut kota, suara klakson yang saling bersautan sebagai tanda kesombongan atas kekayaanya, sesak dan kesah yang ada di dada pendatang. Tidak jauh berbeda dengan bulan-bulan biasanya, Ramadhan yang idealnya menjadi bulan berkhidmat dan taqarrubnya umat Islam kepada sang khalik, maka kondisi berbeda ditawarkan oleh kota pahlawan ini. Rutinitas ramadhan seperti buka puasa, tarawih, banyak shodaqoh, meramaikan bulan ramadhan, jarang tidur karena membaca alqur’an dan sebagainya tersebut disulap oleh Surabaya menjadi ladang subur bagi pengusaha dan penebar budaya kapitalis. Bagaimana tidak, bulan ramadhan yang menganjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa dan berbukalah dengan yang manis-manis, dimodifikasi menjadi ladang pengus...
Perlindungan bias gender *Arin Setiyowati Perempuan itu makhluk yang lemah, irrasional, harus dilindungi. Mungkin beberapa karakter tersebutlah yang sarat mewakili sosok perempuan. Padahal jika ditelisik, tidak semua mutlak ada di perempuan. Dalam bahasan gender, maka pelabelan sifat tersebut merupakan bentukan sosial dan budaya (konstruk social dan kultur) yang dengan ‘segaja’ diturunkan dari perbedaan seks secara biologis antara laki-laki dan perempuan. Realitanya, tidak sedikit wonder women yang mampu mandiri, kuat dan rasional dalam menjalani aktifitas kesehariannya, karena penurunan sifat tersebut sudah tidak masuk dalam ranah kodrat yang mutlak ada pada perempuan. Hal inilah yang sering menjadi silih ganjih dalam paradigm masyarakat antara kodrat dan bukan kodrat. Kodrat merupakan ketetapan Allah yang mutlak dan tidak bias dipertukarkan antara laki-laki dan perempuan, missal perempuan memiliki payudara, menstruasi, alat vital vagina, melahirkan dan menyusui. Sedangkan lak...

Feminisme

Gelombang Feminisme Feminisme yang diartikan sebagai aliran, gerakan perempuan dalam rangka menuntut atas tidakan penindasan, eksploitasi dan pemiskinan (marginal), penomorduaan (subordinasi) atas laki-laki (baik secara system, budaya patriarkhi, kultur, maupun kebijakan) terhadap perempuan. Dalam belajar sejarah, terkadang proses pemilahan, pemisahan dan pengelompokan menjadi cara untuk mempermudah dalam memahami bahan yang dipelajari. Begitu halnya dengan aliran feminisme ini, sebenarnya benang merah hanya terletak pada apa yang melatarbelakangi aliran itu muncul, kondisi setempat, ragam/ corak aliran maupun gerakannya dan sumbangan untuk perubahan-perubahan yang dirasakan sampai hari ini. Dan inilah yang akhirnya memaksa untuk dipisahkannya suatu gerakan yang seharusnya bisa saja terjadi bersamaan, dan beda persepsi pula jika start tumpunya pun beda. Hal inilah yang membuat sedikit bingung penulis dalam membaca beragam potongan artikel dan buku terkait kelahiran dan pengg...
Seks, Gender dan Masyarakat Tidak jarang terdengar di telinga kita tantang diskursus perempuan maupun diskursus gender. Namun penguraian dan pemahaman dari kedua kata tersebut ternyata masih tumpang tindih dan jamaknya disalahkaprahkan yang berujung pada pelabelan maupun menjauhi (anti) dengan gerakan perempuan. Dalam asumsi publik, ketika membahas masalah perempuan, maka pelabelannya hanya tertuju pada pemberontakan kaum perempuan atas perasaan ketertindasan yang dialami oleh kaum perempuan. Padahal tidak sesederhana itu dalam diskursus ilmiah untuk menjustifikasi, melabelkan bahkan menuduh atas perbedaan pikir, asumsi bahkan polah pergerakan. Karena dalam kacamata ilmiah metode, teori dasar, kondisi dan waktu yang menyelimuti teori itu dilahirkan mampengaruhi tipologi dan arah pergerakan. Sebelum melangkah jauh, maka berikut kita belejeti terkait apa, bagaimana dan mengapa terkait isu gender di tangah arus globalisasi dengan mengetahui perbedaan dasar antara konsep seks dan kons...